Review Sektor IHSG Menjelang Akhir 1H21

The Primary Trader ingin melihat kinerja IDX Sector menjelang akhir 1H21 karena hal ini dapat memberikan ide untuk 2H21. The Primary Trader memfokuskan pembahasan saham yang termasuk IDX80+SMC-Liq serta menggunakan klasifikasi IDX-IC.

Multiple Returns

Dari grafik di atas, terlihat bahwa sektor Technology mencatat Return 20D yang paling tinggi (~20%), jauh di atas sektor lainnya. Sebagai informasi, IHSG mencatat Return 20D sebesar 2.6%. Ada tiga sektor (selain Technology) yang mencatat Return 20D yang positif yaitu Consumer Cyclicals dan Healthcare. Tentu dapat dimaklumi kondisi saham – saham di sektor Healthcare yang relatif positif di tengah krisis kesehatan.

Di tengah isu PKPM Darurat (atau bahkan Lockdown), sektor Properties & Real Estate, Infrastructures dan Energy terlihat paling terpukul. Meskipun memiliki karakteristik yang relatif sama (bersentuhan dengan Consumer), Consumer Non-Cyclicals mencatat Return 20D yang jauh di bawah Consumer Cyclicals.

Beberapa saham yang menyumbang Return 20D masing – masing sektor antara lain :

  • MTDL sebesar 20.6% (satu – satunya di sektor Technology)
  • MIKA (6.2%) dan KAEF (24.6) di sektor Healthcare
  • SCMA (0.89%), LPPF (9.8%), RALS (3.85%) dan ERAA (12.5%) di sektor Consumer Cyclicals

Clustering Analysis

Melihat lebih dalam, The Primary Trader menggunakan Cluster Analysis (K-Means Clustering) untuk mencari aset yang “menyerupai” aset tertentu. The Primary Trader percaya aset yang (dianggap) bagus (oleh Investor) akan mencatat Return yang baik – karena berarti Investor berbondong – bondong membeli (dan tidak menjualnya). Oleh karena itu, industri Computer Hardward (MTDL) yang merupakan sektor Technology layak dipilih atau dicari yang memiliki kinerja serupa.

Dari 4 kluster di atas, industri Computer Hardware tergolong kluster 1. Berikut adalah industri lainnya di kluster 1 :

Industri Bank, Pharmaceuticals dan Wired Telecommunication Service (dianggap) mencatat kinerja yang menyerupai industri Computer Hardware. Berikut adalah saham – saham dari setiap industri (selain Bank) yang serupa dengan industri Computer Hardware :

  • Pharmaceuticals : KAEF, KLBF dan SIDO
  • Wired Telecommunication Service : LINK

Industri lain yang saham – sahamnya mencatat Return 20D sebesar ~20% adalah Basic Chemicals sementara Return YTD sebesar ~9% adalah Home Furnishing.

Stochastic Oscillator dan %BB

Menggunakan rata – rata Stochastic Oscillator dan %BB, terlihat sektor Healthcare dan Technology menarik karena tetap dalam kondisi Uptrend (%BB > 50). Mayoritas sektor berada dalam kondisi Downtrend (%BB < 50) namun menarik karena cenderung Oversold (Stoch. Oscillator < 25%). Meski demikian, The Primary Trader tidak menyukai saham atau sektor dengan %BB < 50 karena dapat dikatakan sedang Downtrend.

Summary

Sektor Technology jelas menang di saat tren WFH dan Remote Working. Krisis kesehatan menyebabkan permintaan jasa kesehatan melonjak sehingga sektor Healthcare dapat diperhatikan.

The Primary Trader menyukai kedua sektor tersebut namun juga memperhatikan sektor Consumer baik Cyclicals dan Non-Cyclicals.

Semoga terinspirasi.

IHSG : Melanjutkan Uptrend Di 2H21

The Primary Trader ingin melihat potensi pergerakan IHSG di 2H21 menggunakan metode Analisis Teknikal yaitu Klasik Analisis Teknikal, Ichimoku Kinko Hyo dan Moving Average.

Bullish Continuation Pattern

Berbentuk menyerupai Descending Triangle namun pergerakan IHSG sejak Desember 2020 tidak dapat disebut demikian karena Descending Triangle adalah pola Bearish Continuation dan harus didahului oleh Downtrend. The Primary Trader melihat Down Trendline-nya saja dan menyimpulkan IHSG sedang dalam Bullish Continuation. Perlu Breakout Down Trendline tersebut yang menjadi Resistance di 6,100 untuk melanjutkan Uptrend dari sejak Maret 2020.

Ichimoku Kinko Hyo

Menggunakan indikator “super lengkap” Ichimoku Kinko Hyo, terlihat bahwa IHSG sedang terancam Downtrend karena sejak Maret 2021 berada di bawah Cloud namun sejak pertengahan Mei 2021 sedang berada di Red Cloud. Ada harapan IHSG dapat keluar dan berada di atas Red Cloud karena “di ujung” Ichimoku Kinko Hyo mulai muncul Green Cloud.

Tenkan Sen (haris merah) dan Kijun Sen (garis biru) telah Bullish Crossover di awal Mei 2021. Hal ini memberi peluang tambahan untuk IHSG keluar ke atas Red Cloud.

Moving Averages

Menggunakan kombinasi 3 Moving Average : 20, 60 dan 200, IHSG mulai mantap berada di atas ketiganya. The Primary Trader memperhatikan “arah” dari Moving Average karena percaya Moving Average yang mengarah ke atas berarti menambah “kekuatan” Bullish dan sebaliknya.

MA200 telah mengarah ke atas sejak Desember 2020 lalu yang dapat dilihat dari indikator MA200 Direction (berada di zona positif sejak Desember 2020). MA20 telah mengarah ke atas sejak Mei 2021 dan terlihat dari MA20 Direction. The Primary Trader sedang menunggu MA60 Direction berada di zona positif yang berarti menandakan MA60 sedang mengarah ke atas (dari saat ini yang sedang mengarah ke bawah karena MA60 Direction di zona negatif).

The Primary Trader juga melihat adanya Bullish Crossover pada MA20 dan MA60 di bulan Juni 2021 dan terbukti dari MACD antara MA20 dan MA60 yang memasuki zona positif (setelah sejak April 2021 berada di zona negatif). Ada ancaman terjadinya Bearish Crossover antara MA60 dan MA200 namun The Primary Trader perkirakan peluangnya kecil.

Kesimpulan

The Primary Trader percaya IHSG akan melanjutkan Uptrend yang dimulai dari Maret 2020 lalu. IHSG harus Breakout 6,100 untuk memulai kelanjutkan Uptrend dan The Primary Trader perkirakan hal itu akan terjadi dalam 1-2 bulan ke depan.

Semoga.

Trend&Pattern 210607 : Mencoba Breakout Down Trendline (Dan Yang Sudah Breakout Down Trendline)

The Primary Trader melihat beberapa saham berada dalam fase Continuing Uptrend atau Technical Correction. Meski tidak terlihat pembentukan pola Bullish Continuation, ada indikasi saham – saham tersebut masih dalam kondisi Uptrend dan akan kembali Uptrend.

The Primary Trader membagi ke dalam dua golongan besar yaitu :

  • Testing Down Trendline
  • Breaking-Out Down Trendline

Saham yang dibahas adalah konstituen dari IDX80 dan SMC-Liquid. Seluruh saham tersebut pun berada dalam kondisi Uptrend dan Outperform Trend.

Testing Down Trendline

Berikut adalah saham yang sedang menguji Down Trendline (sebagai Resistance) dan menurut The Primary Trader memiliki peluang untuk Breakout dan melanjutkan Uptrend :

BBNI : Menuju Resistance Down Trendline di Rp6,000an

SMGR : Menguji Resistance Down Trendline di Rp10,500an

SSIA : Menguji Resistance Down Trendline di Rp480an

BMTR : Menguji Resistance Down Trendline di Rp300an

TLKM : Menguji Resistance Down Trendline di Rp3,500an Sebagai Bagian Dari Bullish Continuation

The Primary Trader melihat TLKM berpeluang menarik dan menjadi salah satu indikasi positif untuk IHSG karena sebagai Big Caps BUMN. Setelah Breakout Down Trendline di Rp3,500an dan memvalidasi Bullish Continuation, TLKM berpeluang Uptrend menuju Rp4,000 dan Rp4,600 dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Breaking-Out Down Trendline

The Primary Trader melihat beberapa saham yang telah Breakout Down Trendline dan masih mempertahankan Uptrend jangka menengah atau panjangnya. Dengan demikian, setelah beberapa pergerakan untuk menguji validitas Breakout, saham berikut sangat mungkin kembali Uptrend :

MNCN : Breakout Rp980 Untuk Menuju Rp1,300an

BMRI : Breakout Rp6,000 Untuk Menuju Rp7,500

SCMA : Breakout Rp1,400 Untuk Menuju Rp2,500an

The Primary Trader menyukai SCMA karena selain Breakout Down Trendline dari sejak awal tahun 2021, SCMA pun bertahan di Fibonacci Retracement 61.8% yang berarti Uptrend jangka panjang SCMA dari Maret 2020 (dari Rp600) masih bertahan. Ada peluang yang menarik bagi SCMA untuk kembali menuju Rp2,500 serta Breakout level tersebut.

ACES : Breakout Rp1,490 Untuk Menuju Rp1,800

Summary

Dari saham – saham IDX80+SMC-LIQ, The Primary Trader memilih beberapa saham dalam kondisi Uptrend dan Outperform Trend lalu membagi kembali ke dalam dua bagian yaitu :

  • Testing Down Trendline : BBNI, SMGR, SSIA, BMTR dan TLKM
  • Breaking-Out Down Trendline : MNCN, BMRI, SCMA dan ACES

Di antara ke-8 saham tersebut, The Primary Trader menyukai TLKM dan SCMA.

Semoga terinspirasi.

Stock & Sectoral Analysis Menggunakan Klasifikasi IDX Industrial Classification atau IDX-IC (vs Ala The Primary Trader)

Penggunaan Klasifikasi Terbaru IDX yaitu IDX-IC

Sejak tahun 1996, IDX menggunakan Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA). Pada tahun 2021, IDX akan menggunakan IDX Industrial Classification atau IDX-IC dimana terdapat 4 tingkatan sebagai berikut :

The Primary Trader melihat IDX-IC lebih baik dibanding JASICA. IDX-IC terlihat lebih mirip dengan Global Industrial Classification Standard (GISC) yang disusun oleh MSCI dan S&P Dow Jones dan digunakan di pada indeks S&P serta MSCI. Dengan demikian, dapat dikatakan IDX-IC hampir menyerupai standar internasional yang dipakai oleh Investor global.

Selama ini The Primary Trader menggunakan klasifikasi pribadi dengan membagi sektor – sektor dari JASICA ke dalam empat golongan (atau Relation) yaitu :

  • Commodity Related (antara lain sektor CPO, Coal dan Mineral)
  • Consumer Related (antara lain sektor FMCF, Retail dan Media)
  • Infrastructure Related (antara lain sektor Construction dan Telecom)
  • Interest Related (antara lain sektor Bank dan Properti)

Seiring dengan perubahan dari JASICA ke IDX-IC, The Primary Trader perlahan akan mengikuti IDX-IC demi keseragaman dengan bursa. Artikel ini mencoba melihat dampak perbedaan antara klasifikasi The Primary Trader dengan IDX-IC.

Sector Quadrant Versi The Primary Trader

Versi yang saat ini digunakan untuk melihat sektor dari saham yang termasuk ke dalam indeks IDX80+SMC-LIQ adalah sebagai berikut :

The Primary Trader menggunakan empat Relation dalam menggolongkan sektor – sektor yang ada. Pada Commodities Relation, ada sektor seperti CPO, Coal dan Mineral.

Sector Quadrant Versi IDX-IC

Sektor dari saham IDX80+SMC-LIQ ke menggunakan IDX-IC adalah sebagai berikut :

Untuk memudahkan perbandingannya, The Primary Trader kembali menggolongkan sektor IDX-IC ke dalam Relation ala The Primary Trader. Terlihat sektor yang masuk ke dalam Commodities Relation antara lain Consumer Non-Cyclicals (CPO), Basic Materials (Mineral) dan Energy (Oil&Gas). Berikut perbandingannya :

Stock Quadrant Versi The Primary Trader

Versi yang saat ini digunakan terhadap saham yang termasuk ke dalam indeks IDX80+SMC-LIQ adalah sebagai berikut :

Karena The Primary Trader membagi ke dalam empat Relation maka kuadran di atas terdiri dari empat kuadran.

Stock Quadrant Versi IDX-IC

IDX-IC memiliki 9 sektor sehingga Stock Quadrant pun memiliki 9 kuadran sebagai berikut :

Pada IDX80+SMC-LIQ, ada beberapa sektor yang memiliki sedikit saham (Industrials dan Technology). Bahkan hanya satu saham di sektor Technology yaitu MTDL sehingga terkesan sia – sia. The Primary Trader akan membiarkan hal ini berharap ke depan akan terjadi pemerataan saham – saham IDX80+SMC-LIQ di setiap sektornya.

Sekilas memang terlihat sulit karena terdapat 9 kuadran. Namun The Primary Trader menyukainya karena penggolongannya lebih sesuai. Dan karena sama dengan IDX, maka ‘gaya bahasa’ yang digunakan dapat lebih universal dan dimengerti oleh Investor lainnya.

Menyambut IDX-IC

The Primary Trader akan mulai menggunakan IDX-IC dalam mempresentasikan Sector dan Stock Quadrant karena selain lebih sesuai, metode IDX-IC yang lebih universal diharapkan dapat lebih mudah dipahami.

Semoga.